Padang (leadernusantara.com) – Mutasi dan rotasi promosi jabatan mulai dari Eselon II hingga Eselon IV, dilingkungan Kementerian Agama kabuapten/kota di Wilayah Sumatra Barat (Sumbar), Nizar Sekjen Kementerian Agama RI, lantik Syafrizal Sebagai Kakankemenag Kabupaten Padang Pariaman, dikantor Kakanwil Kemenag Sumbar, pada 4 Agustus 2021, di Kota Padang.
Diantaranya yang mendapat promosi jabatan, Syafrizal sebelumnya bertugas sebagai Kasubag TU, merupakan prestasi promosi jabatan dipercayakan untuk memimpin Kakankemenag Kabupaten Padang Pariaman, menggantikan posisi Dr.Helmi yang dimutasi ke Kabupaten Solok.
Hal serupa yang dialami oleh Okto Verisman, dari Kasubag TU di Kemenag Kota Sawahlunto, juga diberikan amanah untuk memimpin Kakankemenag Kabupaten Dharmasraya, menggantikan posisi Abdel Haq, yang telah memasuki purna bhakti (Pensiun) sejak 1 Agustus 2021.
Setidaknya Delapan Kepala Kantor(Kakan) Kemenag Kabupaten/Kota, di wilayah Sumbar yang dimutasi, sebagai bentuk penyegaran untuk kemajuan sebuah organisasi profesi di Kamenag, tidak luput dari empat orang kepala jabatan Eselon IV, juga ikut dilantik oleh Sekeratris Jenderal (Sekjen) Kemenag R.I Nizar.
Diantara delapan Kakankemenag yang dimutasi tersebut, seperti Edi Oktafiandi yang dipercaya memimpin lembaga Ikhlas Beramal Kota Padang, menggantikan posisi Marjanis, sebelumnya bertugas sebagai Kakan Kemenag Kabupaten Agam.
Gusman Piliang Kakankemenag kota Padang Panjang, dimutasikan dengan posisi jabatan yang sama, Kakankemenag di daerah Kabupaten Pasaman, menggantikan kedudukan Dedi Wandra. Karir Gusman Piliang selama bertugas, juga pernah menjadi Kakankemenag di kabupaten Limapuluh Kota, Payakumbuh.
H.Alizar merupakan salah satu Da’i kondang di Sumbar. Boleh disebut “pulang ke Padang Panjang“. Dari Kakankemenag Kabupaten Solok, saat ini H.Alizar kembali diberi amanah Kakankemenag Kota Padang Panjang, yang kedua kalinya posisi yang sama, beda jabatan, yaitu sebelumnya sebagai PLT Kakan Kemenag kota Padang Panjang, menggantikan posisi H.Salman K Memed yang dipercaya menjabat Kakanwil Kemenag Sumbar, pada masa itu.
Dedi Wandra, putra Sijunjung yang pernah menjadi Kasubag di Kamenag Pariaman, kini dipercaya menjadi Kakankemenag Kota arang Sawahlunto, setelah pindah dari kabupaten Pasaman.
Helmi, lulusan S3 ini, juga diberi amanah untuk memimpin Kantor Kemenag Kabupanten Solok menggantikan posisi Alizar. Sebelumnya Helmi merupakan Kakan Kemenag kabupaten Padang Pariaman.
Marjanis, yang pernah menjabat kepala MTsN Koto Baru Solok dan kepala MAN X Koto Singkarak, kemudian beberapa kali berpindah di daerah Sumbar, kini ditugaskan sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Agam, bertukar tempat dengan Edi Oktafiandi.
Pejabat Eselon III lainnya juga dilantik oleh Sekjen Kemenag R.I, diantaranya Yufrizal dipercaya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa). Sebelumnya dijabat oleh PLT Edison yang juga merupakan Kabid Urais Binsyar. Fauqo Nuri Ihsan menempati Kepala FKUB. Ulil Amri sebagai Kasi Umroh dan Haji Khusus. sedangkan Hami Mulyawan menempati posisi Kasi Transportasi Haji Reguler.
Dalam kata sambutan pelantikan, Sekjen Kemenag R.I, Nizar mengatakan, Amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dipundak para pejabat, hendaknya dijalankan dengan ikhlas serta komitmen penuh rasa tanggung jawab yang tinggi, sebutnya.
Menurutnya, hal itu penting untuk dipahami dan dijiwai, karena konsekuensi dari jabatan, tidak saja dipertanggungjawabkan kepada bangsa dan negara serta masyarakat semata, namun lebih dari itu juga dipertanggungjawabkan, di hadapan Allah Swt, Tuhan Yang Maha Kuasa, tegasnya.
Nizar berpesan agar setiap pejabat tidak menyia-nyiakan kesempatan, jabatan yang diamanahkan, tentunya tidak dianggap “aji mumpung”, maka pejabat juga tidak tidak dapat bertindak sewenang-wenang, sehingga dapat merusak dan merugikan nama baik institusi Kementerian Agama, himbaunya.
“Jangan sia siakan amanah yang diberikan, tidak berperilaku sewenang wenang, sehingga merugikan institusi Kemenag. Jangan bersikap aji mumpung, tapi bersikaplah rendah hati dan bertanggung jawab terhadap jabatan yang diemban”, tegasnya.
Sekali lagi, saya ingatkan laksanakan amanat jabatan dengan bersungguh-sungguh, karena sejatinya jabatan memiliki banyak konsekuensi yang akan dipertanggungjawabkan kelak, sehingga dapat merugikan diri sendiri dan institusi Kemenag, jika tidak dijalankan sesuai mekanisme dan peraturan yang ada, urainya.
Nizar juga mewanti wanti para pejabat yang baru saja dilantik, untuk menjauhi perilaku Korupsi, Kolusi dan nepotisme, serta praktik-praktik transaksional, dalam rotasi, mutasi, dan promosi serta tata kelola, dilingkungan Kemenag, ungkapnya terhadap para pejabat yang baru dilantik.
Dalam kesempatan ini, Nizar juga menyinggung tentang jabatan eselon II / Kakanwil Kemenag Sumbar yang sedang dijabat oleh PLT, setelah ditinggalkan oleh H.Hendri sejak 18 Mei 2021 yang lalu. (Jeff)







Hari ini : 2507
Total Kunjungan : 2865511
Who's Online : 125
Discussion about this post