Pasar ikan di Tarempak, Anambas. Plt Gubernur Kepri, Isdianto menyampaikan, menurunnya pendapatan bagi hasil yang bersumber dari sektor Migas menjadikan Pemprov Kepri harus mencari sumber PAD baru, seperti pariwisata, Kelautan dan perikanan serta retribusi dan pajak.
Tanjungpinang (leadernusantara.com) – Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong seluruh unsur Organisasi Perangkat Daerah OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk dapat mencari alternatif sumber Pendapatan Asli Daerah PAD Kepri.
Pasalnya, untuk tahun 2020 ini Pendapatan Kepri dari hasil Migas ini dikabarkan mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Plt Gubernur Provinsi Kepri H Isdianto di Tanjungpinang, Kamis (12/3/2020).
“Kita tahu bahwa saat ini Pendapatan atau bagi hasil kita dari sektor migas dikabarkan akan mengalami penurunan, untuk itu dari sekarang kita terus berupaya mencari solusi atau alternatif sumber PAD baru,”ujar Isdianto.
Isdianto menuturkan bahwa pihaknya saat ini meminta beberapa OPD khususnya yang membidangi tiga bidang utama, yang menjdi potensi terbesar Kepri untuk menciptakan sumber PAD baru.
“Seperti pariwisata, Kelautan dan perikanan serta retribusi dan pajak, sehingga jika migas kita benar-benar turun dapat tutupi,”. Isdianto yakin dengan potensi yang dimiliki Kepri, maka akan mampu menutupi penurunan PAD migas tersebut.
“Untuk itu kita perlu keseriusan untuk mengelola dan mengembangkan potensi tersebut dengan baik dan menjadikannya PAD baru,” kata Isdianto. Sumber Diskominfo. (leadr)






Hari ini : 2648
Total Kunjungan : 2821488
Who's Online : 124
Discussion about this post