Natuna, leadernusantara, com-Setelah membentuk Relawan Penjaga Laut Nusantara di tiga provinsi, Lampung, Sambas, dan Banyuwangi. Jumat 6 November 2020 pagi Direktur Kerja Sama Bakamla RI, Laksamana Pertama Retiono Kunto, kembali membentuk dan mengukuhkan 20 orang Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kegiatan yang berlangsung di Ruangan Aula Kantor Kecamatan Bunguran Selatan itu, hadir Wakil Bupati Natuna Drs. Hj. Ngesti Yuni Ayunda Suprapti, MA., Dan Lanal Natuna atau yang mewakili, SAR Natuna, Danramil, Pimpinan OPD terkait serta Pemerintah Kecamatan Bunguran Selatan, serta undangan lainnya.
Sebelum melantik 20 orang Anggota Rapala Natuna, Direktur Bakamla RI, Laksamana Pertama Retiono Kunto, dalam sambutannya menyampaikan,
Bahwa 20 orang Calon Anggota Rapala terlebih dahulu dibekali dengan ilmu pengetahuan sejak Rabu-Kamis tanggal 4-5 November 2020.
Dikatakan Pembentukan Rapala ini juga sebagai wadah menampung aspirasi masyarakat yang peduli dengan laut nusantara. Rapala ini dibentuk di wilayah-wilayah yang memiliki kawasan laut strategis.
Dasar di bentuknya Rapala Natuna, bahwa wilayah Natuna yang meliki 98,84 wilayah laut ini merupakan wilayah strategis, yang kaya akan sumberdaya alam yang harus dijaga dari berbagai aspek pelanggaran hukum.
Apalagi Natuna ini berbatasan langsung dengan beberapa negara tenganga, seperti Vietnam, China, Thailand dan Malaysia.
“Pembentukan relawan ini selain amanat undang-undang 32 tahun 2014 tentang Kelautan, kita juga menampung aspirasi masyarakat yang peduli dengan laut,” jelas Laksma Retiono Kunto.
Lanjut Retino, sebanyak 20 orang Anggota Rapala Natuna, sebelum dikukuhkan, terlebih dahulu diberikan sejumlah kemampuan, mulai kemampuan menjaga diri, membuat pelaporan, penyelamatan, mengidentifikasi dugaan tindak pidana di laut.
Anggota Rapala juga diberi pembekalan bagaimana hidup dengan kebiasaan baru di era pandemi covid-19 yang diterapkan pada pelatihan ini. Harapan Retiono, pembekalan yang telah diberikan selama beberapa hari ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat,”bebernya.
Lebih jauh Retino menjelaskan , sebelum menolong orang anggota Rapala harus bisa menjaga dan menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh karena itulah mereka diberikan pelatihan lebih dahulu. Ke depan harap Retiono, Anggota Rapala Natuna bisa membantu mendukung tugas Bakamla melaksanakan pengamanan laut Indonesia khususnya Natuna.
Berkaitan dengan pemberian informasi, anggota Rapala diberikan metode pemberian informasi melalui aplikasi yang sudah terkoneksi ke Mabes Bakamla. Saat mereka mengirim laporan sudah keluar nomor registrasinya. Laporannya apa isinya setelah itu kita tindak lanjuti lagi. Di Bakamla sudah ada pusat informasi maritim Indonesia
“Artinya kita sudah tidak ragu lagi (dengan informasi itu). Itu yang sangat sederhana dan sangat membantu. Rapala inilah salah satu elemen yang mengisi laporan masyarakat. Anggota Rapala juga diberikan atribut supaya mudah dikenali. Diharapkan mereka bisa memberikan contoh yang positif bagi masyarakat. Mengingatkan keselamatan untuk nelayan dan ke depan bisa menjadi indikator di masyarakat sekitarnya.
Juga dipaparkan Retiono, bahwa sebelumnya, Rapala sudah dibentuk di wilayah Lampung Selatan, Sambas, Bayuwangi, dan hari ini Jum’at (06/11) di Natuna.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, MA., dalam sambutannya menyatakan, sangat apresiasi dibentuknya Rapala Natuna, oleh Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla-RI).
Ngesti berharap Relawan Penjaga Laut Nusantara Natuna, benar-benar dapat bersinergi dengan ikhlas terhadap penjagaan laut Natuna dalam membantu tugas-tugas Bakamla ke depan.”Terang Ngesti.(Herman)
















Hari ini : 4477
Total Kunjungan : 2907346
Who's Online : 131
Discussion about this post