Natuna, leadernusantara.com- Direktur Perusahan Daerah (Perusda) Kabupaten Natuna yang baru, Zamroni, mengaku optimis untuk memajukan Perusda ke-depan, meskipun Perusda saat ini meninggalkan hutang sebesar Rp4 Miliar lebih, namun hal itu tidak menyurutkan niat Zamroni untuk memajukan Perusda Natuna ke-depan.
Saat ditanya apa program atau langkah awal untuk memajukan Perusda Natuna ke-depan, Zamroni mengatakan, “Memang niat atau program kami ke-depan sesuai dengan program Bupati Natuna. Yang pertama disampaikan Bupati Wan Siswandi, tidak boleh melawan pedagang yang sudah ada.
Yang kedua, yaitu wacana pengolahan limbah sabut kelapa. Limbah Sabut Kelapa ini memang kita saja yang terlambat, seperti Kabupaten Lingga, Karimun dan Kabupaten Bintan, sudah lama mereka memproduksi Limbah Sabut Kelapa mereka. Namanya Kokopit dan Kokopiber. Jadi Kokopiber ini menimbulkan Kokopit, sebagai serbuk untuk bahan korsi penganti busa dan untuk pupuk media tanaman.
Kemaren kita juga sudah coba jajaki asosiasi mamanya Asosiasi Sabut Kelapa Indonesia (ASKI), dan insya’Allah kalau mereka tidak bohong, mereka juga bersedia untuk bekerjasama dengan kita dan siap menerima produksi olahan limbah sambut kelapa kita.”Terang Zamroni, kepada
media ini Kamis,26 Agustus 2021 sekitar pukul 12.30 WIB di ruang kerjanya Kantor Perusda Natuna Batu Kapal Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna.
Lanjut Zamroni, kita memang mencari untung dari produksi ini, pihak asosiasi ini bersedia untuk membeli produksi limbah sambut kelapa kita antara Rp2500 sampai Rp3 ribu rupiah. ASKI ini adalah asosiasi yang sudah memilik standar terbaik dalam produksinya. Mesin pengolahan kitapun nanti juga akan dibeli melalui asosiasi ASKI ini. Harga mesinnyapun juga tidak terlalu mahal.”ucap Mantan Ketua Partai Demokrat Natuna itu.
Zamroni juga memaparkan, bahwan mesin untuk pengolahan limbah sabut kelapa itu hibah oleh Pemda Natuna.
“Kalau tidak ada halangan insya’Allah pada Tahun 2022 nanti kita sudah produksi limbah sabut kelapa kita. Sebenarnya rencana program kami Perusda untuk tahap awal ada 4, diantaranya pengeloaan Air bersih, Karet dan lainya, namun kita fokuskan dulu pada pengolahan limbah sabut kelapa ini dulu.
Karena kas Perusda Natuna saat ini lagi kosong, untuk modal awal kami akan pinjam Bank.”Terang Zamroni. (Herman)








Hari ini : 3640
Total Kunjungan : 2876471
Who's Online : 126
Discussion about this post